Tanaman lidah mertua atau Sansevieria menjadi salah satu tanaman hias favorit untuk hunian. Selain tampilannya yang tegas dan modern, tanaman ini juga dikenal mudah dirawat, sehingga cocok bagi pemula yang baru mulai memelihara tanaman hias di rumah.
Tak hanya mempercantik ruangan, lidah mertua juga dipercaya mampu membantu memperbaiki kualitas udara dan menjaga kelembapan lingkungan dalam rumah. Agar manfaat dan keindahannya tetap terjaga, perawatan lidah mertua perlu dilakukan dengan cara yang tepat.
Berikut beberapa cara merawat lidah mertua yang mudah diterapkan di rumah, dirangkum dari situs tanaman hias The Spruce.
Lidah mertua sebaiknya ditanam di pot dengan media tanam yang gembur dan memiliki sistem drainase baik. Campuran tanah berpasir atau tanah khusus kaktus dinilai cocok karena tidak menyimpan terlalu banyak air.
Hindari penggunaan tanah dengan kandungan gambut tinggi. Media tanam jenis ini cenderung menahan air berlebihan dan berisiko menyebabkan akar membusuk.
Tanaman ini menyukai cahaya terang tidak langsung. Letakkan lidah mertua di dekat jendela yang menghadap ke timur, selatan, atau barat agar mendapat paparan sinar matahari sekitar 8-10 jam per hari.
Meski mampu bertahan di ruangan minim cahaya, pertumbuhan lidah mertua akan lebih lambat jika terlalu lama berada di tempat gelap.
Kesalahan paling umum dalam merawat lidah mertua adalah menyiram terlalu sering. Tanaman ini justru lebih tahan terhadap kondisi kering dibandingkan terlalu lembap.
Siram lidah mertua hanya ketika media tanam sudah benar-benar kering. Di lingkungan sejuk atau kering, penyiraman cukup dilakukan sebulan sekali. Jika daun terlihat keriput atau kering, itu menjadi tanda tanaman membutuhkan air.
Untuk mendukung pertumbuhan, lidah mertua perlu diberi pupuk setiap enam bulan sekali. Gunakan pupuk cair organik atau pupuk khusus tanaman hias dengan dosis ringan, terutama jika tanaman diletakkan di dalam ruangan.
Pemeriksaan rutin penting untuk mendeteksi masalah sejak dini. Batang yang menguning, lembek, atau berbau tidak sedap bisa menjadi tanda kelebihan air dan pembusukan akar.
Jika kondisi ini ditemukan, segera kurangi penyiraman dan ganti media tanam agar tanaman tidak mati.
Artikel ini telah tayang di infoProperti. Baca selengkapnya







