5 Cara Menjaga Kesehatan Ginjal Secara Alami dari Rumah

Posted on

Ginjal merupakan organ vital yang kerap luput dari perhatian karena ukurannya yang kecil dan letaknya tersembunyi. Padahal, sepasang organ ini berperan penting dalam menyaring darah, membuang sisa metabolisme, serta menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit di dalam tubuh, seperti natrium dan kalium.

Tak hanya itu, ginjal juga berperan dalam produksi hormon yang mengatur tekanan darah, merangsang pembentukan sel darah merah, hingga menjaga kekuatan tulang. Karena fungsinya yang kompleks, kesehatan ginjal perlu dijaga sejak dini agar tidak menimbulkan gangguan serius di kemudian hari.

Pada dasarnya, ginjal memiliki kemampuan membersihkan dirinya sendiri. Namun, gaya hidup modern membuat organ ini bekerja lebih berat. Karena itu, ada sejumlah kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan di rumah untuk membantu menjaga fungsi ginjal tetap optimal seperti dilansir infoHealth.

Asupan cairan yang cukup menjadi kunci utama kesehatan ginjal. Air membantu proses penyaringan darah dan pembentukan urine untuk membuang zat sisa dari tubuh. Ketika tubuh kekurangan cairan, produksi urine menurun dan risiko terbentuknya batu ginjal serta infeksi saluran kemih meningkat.

Academy of Nutrition and Dietetics menyebutkan, kebutuhan cairan harian orang dewasa rata-rata sekitar 3,7 liter untuk pria dan 2,7 liter untuk wanita. Angka ini bisa berbeda tergantung usia, aktivitas fisik, serta kondisi kesehatan masing-masing individu.

Kebiasaan duduk terlalu lama tanpa aktivitas fisik dapat berdampak buruk bagi kesehatan ginjal. Olahraga membantu mengontrol tekanan darah, berat badan, serta kadar gula darah yang semuanya berpengaruh pada kerja ginjal.

Profesor nefrologi dari University of Alabama at Birmingham, Eric Judd, menyarankan aktivitas fisik minimal 150 menit per minggu atau sekitar 30 menit per hari untuk memberikan manfaat nyata bagi ginjal. Aktivitas ini tidak harus berat, asalkan dilakukan secara konsisten dan membuat tubuh benar-benar bergerak.

Pola makan seimbang berperan besar dalam menjaga kesehatan ginjal. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases merekomendasikan konsumsi protein rendah lemak, buah dan sayuran segar, serta produk susu rendah lemak untuk mendukung fungsi ginjal.

Beberapa jenis makanan bahkan disebut memiliki manfaat spesifik bagi ginjal. Dikutip dari Healthline, studi pada hewan tahun 2019 menunjukkan bahwa jus anggur merah dan kismis memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi yang dapat membantu melindungi ginjal dari penumpukan lemak.

Sementara itu, penelitian lain pada hewan tahun 2014 menemukan bahwa konsumsi rumput laut dapat membantu mengurangi kerusakan ginjal dan hati akibat diabetes setelah diberikan secara rutin selama beberapa minggu.

Minuman juga berpengaruh pada kesehatan ginjal. Sebuah studi yang dipublikasikan pada 2023 menunjukkan bahwa konsumsi teh tanpa tambahan gula dikaitkan dengan risiko penyakit ginjal yang lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang minum teh.

Jenis teh seperti teh hijau, teh hitam, teh hydrangea, dan teh sambong dikenal mengandung senyawa antioksidan yang dapat membantu melindungi jaringan ginjal dari peradangan.

Dalam kondisi tertentu, suplemen dapat membantu mencegah gangguan ginjal, terutama bagi orang dengan risiko batu ginjal. Vitamin B6 berperan dalam metabolisme glioksilat agar tidak berubah menjadi oksalat yang dapat memicu batu ginjal.

Selain itu, omega-3 diketahui dapat membantu menurunkan risiko pembentukan batu ginjal, sementara kalium sitrat berperan menjaga keseimbangan elektrolit dan pH urine. Namun, konsumsi suplemen sebaiknya tetap dikonsultasikan dengan tenaga medis agar sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Artikel ini telah tayang di infoHealth. Baca selengkapnya

Minum Air Putih Secukupnya Setiap Hari

Aktif Bergerak untuk Menjaga Fungsi Ginjal

Pilih Makanan yang Lebih Ramah untuk Ginjal

Biasakan Minum Teh Tanpa Pemanis

Suplemen Bisa Menjadi Pendukung, Jika Diperlukan