38 Kampus di Jabar Siapkan Mahasiswa Teknik Sipil untuk Kawal Pembangunan

Posted on

Presiden Prabowo Subianto meminta mahasiswa Teknik Sipil untuk terlibat dalam pengawasan dan monitoring proyek-proyek infrastruktur di daerah. Hal ini dilakukan untuk melancarkan rencana membangun 300 ribu jembatan untuk membuka akses mobilitas masyarakat di daerah.

Menindaklanjuti hal itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah meminta 38 perguruan tinggi di Jabar untuk berkomitmen mendukung percepatan pembangunan insfratruktur. Penandatanganan komitmen juga telah dilakukan oleh Pemprov Jabar dan perguruan tinggi.

“Kesepakatan ini mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya keilmuan dan tenaga ahli perguruan tinggi dalam memberikan rekomendasi teknis, kajian akademik, dan pendampingan pada berbagai proyek pembangunan infrastruktur daerah,” ucap Dedi, Sabtu (29/11/2025).

“Juga meningkatkan kompetensi sumber daya manusia melalui pendidikan, pelatihan, workshop, dan sertifikasi yang relevan dengan pengembangan kualitas keteknisipilan di Jawa Barat,” sambungnya.

Dedi menyebut, keterlibatan mahasiswa akan difokuskan pada monitoring dan pengawasan non struktural proyek, mulai dari pembangunan jalan, jembatan, hingga fasilitas publik lain sebagai bagian dari pembelajaran praktik dan peningkatan kompetensi lapangan.

“Kami mendorong keterlibatan perguruan tinggi dalam proses perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta pemeliharaan program pembangunan infrastruktur daerah secara terintegrasi dan akuntabel. Dan memastikan penyelenggaraan kerja sama dilaksanakan secara transparan, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan pelayanan publik serta kesejahteraan masyarakat di Provinsi Jawa Barat,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa komitmen ini dibuat dengan semangat kolaborasi untuk mendorong percepatan investasi dan kualitas pembangunan yang lebih inklusif serta berdaya saing.

Kolaborasi dengan mahasiswa ini sekaligus menjawab tantangan lama yang dihadapi Jabar. Dedi sebelumnya menyoroti rendahnya kualitas sebagian konsultan infrastruktur yang selama ini menangani berbagai proyek daerah.

“Jadi saya melihat kemajuan pembangunan selalu masalahnya konsultan-konsultannya tidak ngerti. Saya lihat, konsultan orang-orang yang tidak begitu capable, yang tidak bisa melihat kemajuan pembangunan dan rata-rata sudah tua,” katanya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo menegaskan jika 300 ribu jembatan ditargetkan bisa berdiri di tahun 2026.bUntuk melancarkan rencananya itu, Prabowo menyatakan akan membentuk Satgas Darurat Khusus Pembangunan Jembatan.

“Kita butuh membangun 300 ribu jembatan di seluruh pelosok-pelosok yang terpencil, 300 ribu jembatan. Ada yang kecil, ada yang penyebrangan,” tegas Prabowo dalam Peringatan Hari Guru Nasional, di Jakarta, Jumat (28/11/2025).

“Ini sedang kita rancang anak-anakku, sabar. Saya sedang bekerja, mudah-mudahan tahun depan semua jembatan bisa berdiri,” ujarnya.

Semua hal akan dikerahkan untuk mempercepat pembangunan 300 ribu jembatan seperti rencananya. Tak terkecuali menarik para mahasiswa Teknik Sipil untuk membantu pembangunan jembatan itu.

Prabowo bahkan sudah meminta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Juliarto untuk menarik para mahasiswa dalam membantu pembangunan jembatan.

“Terpaksa saya minta Menteri Dikti Untuk kerahkan semua potensinya, mungkin semua mahasiswa di Fakultas Teknik Sipil akan saya minta terjun ke desa-desa itu untuk membangun jembatan,” ungkap Prabowo.