Memelihara kucing memang menyenangkan. Tingkahnya yang menggemaskan kerap menjadi hiburan di tengah kesibukan sehari-hari. Namun, situasi bisa berubah saat kucing buang air sembarangan di dalam rumah. Selain membuat lantai kotor, bau menyengat dari kotoran dan urine kucing dapat mengganggu kenyamanan penghuni rumah.
Meski menjengkelkan, masalah ini tidak perlu disikapi dengan panik. Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk membersihkan kotoran dan pipis kucing secara efektif sekaligus aman bagi kesehatan seperti dilansir infoProperti.
Membersihkan kotoran kucing sebaiknya dilakukan dengan cara yang tepat agar bakteri tidak menyebar dan bau tidak menetap. Dilansir dari The Vets, penanganan awal sangat menentukan kebersihan area rumah setelah kucing buang air.
Untuk kotoran kucing yang padat, gunakan tisu tebal atau kain lap untuk mengangkatnya. Sebaiknya kenakan sarung tangan karet agar tangan tidak bersentuhan langsung dengan kuman dan bakteri.
Masukkan kotoran ke dalam kantong plastik, ikat rapat, lalu buang ke tempat sampah. Setelah itu, bersihkan area lantai menggunakan cairan pembersih agar sisa bakteri tidak berkembang.
Sementara untuk pipis kucing, serap cairannya menggunakan tisu atau kain hingga kering. Tisu atau kain yang telah digunakan sebaiknya langsung dimasukkan ke kantong plastik tertutup sebelum dibuang.
Sebagian pemilik kucing memilih membuang kotoran hewan peliharaan ke dalam kloset. Padahal, kebiasaan ini justru berisiko bagi kesehatan dan lingkungan.
Dikutip dari Green Matters, kotoran kucing dapat mengandung parasit berbahaya seperti Toxoplasma gondii. Jika kotoran dibuang ke kloset, parasit tersebut berpotensi masuk ke sistem air dan menyebabkan toksoplasmosis.
Infeksi ini sangat berbahaya bagi ibu hamil, bayi, serta orang dengan daya tahan tubuh yang lemah. Karena itu, kotoran kucing sebaiknya selalu dibuang ke tempat sampah, bukan ke saluran air.
Membersihkan lantai bekas kotoran atau pipis kucing tidak bisa sembarangan memilih produk. Hindari cairan pembersih yang mengandung amonia karena aromanya mirip dengan urine kucing dan dapat memicu hewan tersebut buang air kembali di area yang sama.
Sebagai alternatif, gunakan pembersih berbasis enzim yang mampu mengurai bau dan sisa urine secara menyeluruh. Campuran baking soda dan cuka putih juga bisa menjadi pilihan alami untuk menghilangkan bau tak sedap. Selain itu, larutan detergen ringan yang dicampur air soda dapat membantu membersihkan noda sekaligus menyegarkan lantai.
Setelah area dibersihkan, pastikan tidak ada aroma tersisa yang bisa tercium oleh kucing. Membersihkan litter box secara rutin dan menempatkannya di lokasi yang mudah dijangkau juga membantu mencegah kucing buang air sembarangan.
Dengan penanganan yang tepat, rumah tetap bersih, sehat, dan nyaman meski memiliki hewan peliharaan di dalamnya.
Artikel ini telah tayang di infoProperti. Baca selengkapnya







