Sepanjang tahun 2025, terjadi beragam bencana alam di Jawa Barat, salah satunya gempa bumi. Dalam rentang waktu tersebut, BMKG Stasiun Geofisika Bandung mencatat 1.242 kali gempa bumi mengguncang wilayah Jawa Barat dan sekitarnya.
Dari data BMKG, kedalaman hiposenter gempa bumi yang terjadi beragam, yakni mulai dari kedalaman dangkal (D<60 km) sebanyak 1.092 kejadian, gempa bumi menengah (60 km≤D≤300 km) sebanyak 149 kejadian, dan gempa bumi dalam (>300 km) sebanyak 1 kejadian.
“Gempa bumi tersebut memiliki rentang kedalaman dari 1 km hingga 351 km. Untuk Magnitudo, gempa bumi terbesar yang tercatat adalah M5.3 dan Magnitudo terkecil yang tercatat adalah M1.0,” kata Kepala Stasiun Geofisika Bandung Teguh Rahayu, Jumat (2/1/2026).
Selain itu, berdasarkan letak hiposenternya, terjadi 629 gempa bumi yang berpusat di laut selatan Jawa, 3 di laut utara Jawa, dan 610 lainnya berpusat di darat.
“Sepanjang periode tahun 2025 terdapat 117 kali gempa bumi yang dirasakan. Salah satu kejadian gempa bumi signifikan terjadi pada tanggal 20 Agustus 2025 pukul 19:54:55 WIB, yang berpusat di 6.52 LS dan 107.25 BT, kedalaman 10 km. Gempa bumi berkekuatan M4.7 ini berlokasi di 19 km Tenggara Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Gempa bumi ini dirasakan di Bekasi III-IV MMI; Purwakarta, Cikarang dan Depok III MMI; Bandung, Jakarta, Tangerang Selatan, Bekasi Timur II-III MMI; Tangerang, Pandeglang, Cianjur, Lebak dan Pelabuhanratu II MMI,” ungkapnya.
Kejadian gempa bumi itu menimbulkan kerusakan bangunan, di antaranya rumah dan fasilitas umum.
“Dampak gempa bumi ini sedikitnya merusak 70 bangunan: 36 rumah rusak ringan, 29 rusak sedang, dan 5 fasilitas umum terdampak di wilayah Kabupaten Karawang,” tambahnya.
Dalam menyikapi beragam kebencanaan yang terjadi di Jabar, Rahayu kembali mengimbau masyarakat agar tenang dan tidak terpengaruh informasi yang tidak bersumber dari BMKG.
“BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, serta menghindari bangunan retak atau rusak akibat gempa bumi,” pungkasnya.







